Pages

Selasa, 02 Oktober 2012

GBG POTENSI EKSPLORASI TIPE DEPOSIT

langsung bisa di sedoot gan materi tadi....
langsung klik aja di SINI....

JANGAN DI KASIH BATA GAN...
KASIH AJA CENDOL SEMANGKOK....

Selasa, 18 September 2012

PROSES DAN GANESA JEBAKAN MINERAL KARENA LARUTAN MAGMA

Gan...
nih ane kasih slide amanat pak oz tentang proses dan ganesa jebakan mineral karena larutan magma...
silahkan di sedot DISINI....

Selasa, 04 September 2012

GANESA BAHAN GALIAN

Gan..
nih amanat pak Ansosry untuk menyebarkan materi pertama ganesa bahan galian...

langsung aja di sedot gan....
klik aja SEDOOOTTTT...

Rabu, 25 April 2012

MINE FOR YOUR LIFE: Teori Peluang

MINE FOR YOUR LIFE: Teori Peluang: Teori Peluang Hampir semua kejadian di dunia ini sifatnya tidak pasti. Terlebih lagi kalau kejadian tersebut menyangkut masa yang ak...

Teori Peluang


Teori Peluang


Hampir semua kejadian di dunia ini sifatnya tidak pasti. Terlebih lagi kalau kejadian tersebut menyangkut masa yang akan datang. Dari tebakan itu muncul kemungkinan atau peluang atau probabilitas kejadian yangbersangkutan yang kemudian melahirkan sebuah teori yang dikenal sebagai teori probabilitas.
Saat ini teori peluang telah menjadi suatu alat penting dalam berbagai bidang rekayasa, meteorologi, asuransi,operasi-operasi bisnis, dan berbagai bidang eksperimen. Bahkan teori peluang menjadi dasar metode statistik, yaitu suatu bidang matematika yang aplikasinya hampir meliputi semua bidang.
Konsep-konsep probabilitas didukung oleh banyak teori, seperti teori himpunan, permutasi, dan kombinasi.

A.   Himpunan
  1. Pengertian Himpunan
Himpunan adalah kumpulan objek yang didefinisikan dengan jelas dan dapat dibeda-bedakan. Setiap objek yang secara kolektif membentuk himpunan tersebut disebut elemen atau unsur atau anggota dari himpunan tersebut.
Himpunan dilambangkan dengan sepasang kurung kerawal {} dan biasanya dinyatakan dengan huruf besar, seperti A, B, C, ….Anggota himpunan dinyatakan dengan Î dan bukan himpunan dilambangkan dengan Ï. Dalam statistk himpunan dikenal sebagai populasi.
  1. Penulisan Himpunan
Himpunan dapat ditulis dalam dua cara, yaitu cara pendaftaran dan cara pencirian.
a. Cara pendaftaran
Dengan cara pendaftaran, unsur himpunan ditulis satu persatu atau didaftar
Contoh :
1)    A = {a,i,u,e,o}
2)    B = {1,2,3,4,5}
b. Cara pencirian
Dengan cara pencirian, unsur-unsur himpunan ditulis dengan menyebutkan sifat-sifat atau ciri-ciri unsur himpunan tersebut.
Contoh :
1)    A = {X : x huruf hidup}
2)    B = {X : 1 £ x £ 5 }
Tanda (:) dibaca sedemikian rupa, sehingga atau X dimana
  1. Macam-macam himpunan 
a.      Himpunan semesta
Himpunan semesta adalah himpunan yang memuat seluruh objek yang dibicarakan atau himpunan yang menjadi objek pembicaraan. Himpunan semesta dilambangkan dengan S atau U

Rabu, 11 April 2012

SOLUSI PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA dan PEMODELAN DATA SATU DIMENSI

nih gan...
ada bahan tentang "SOLUSI PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA dan PEMODELAN DATA SATU DIMENSI" beserta contohnya....

yang berminat silahkan download di link dibawah ini....

http://www.mediafire.com/?mmtws02jsbwm9j3

Rabu, 07 Maret 2012

metode numerik

teman2 yg belum dapat soft copy untuk ujian midnya...
nih saya upload bahannya...
jangan lupa d download yah...

semangat buat mid semester...

http://www.mediafire.com/?unz1rjln3jju7jg

Selasa, 06 Maret 2012

KOMPOSISI BATUAN BEKU

batuan beku merupakan batuan yang terbentuk langsung dari pendinginan magma baik d permukaan bumi maupun d dalam lapisan kerak bumi. batuan beku....

lebih lengkapnya....
http://www.mediafire.com/?z35u6tb5euwyhez

Kamis, 23 Februari 2012

pengukuran mendatar

BAgi teman2 yang mau ujian Ilmu Ukur Tambang Besok....
Nih ada sedikit bahan...
Semoga bermanfaat....

materinya ada di sini PENGUKURAN MENDATAR

Kamis, 09 Februari 2012

METODE NUMERIK : TUGAS 2 S1 Teknik Pertambangan UNP

berhubung soal yang di berikan ibu Yozsi kemaren ada yang salah...
tadi dosen yang bersangkutan telah merevisi tugas yang di berikan kemaren...

teman-teman silahkan download di http://www.mediafire.com/?3wqu3c9qwmzjrrc...

sekian dan terima kasih atas perhatiannya....

Selasa, 07 Februari 2012

METODE NUMERIK: TUGAS 2 METODE NUMERIK

teman-teman Miner UNP S1 2010...
ni tugas metode numerik yang d kasih ibuk pit tadi....
silahkan di lihat....

Tugas Rumah
1.  Jarak yang dibutuhkan sebuah kendaraan untuk berhenti adalah fungsi dari kecepatan. Data percobaan berikut ini menunjukkan hubungan antara kecepatan dan jarak yang dibutuhkan untuk menghentikan kendaraan.
Kecepatan (mil/jam)
15,AB
20,AB
25,AB
30,AB
40,AB
50,AB
60,AB
70,AB
Jarak henti
(feet)
15
21
35
46
65
90
111
148

Perkirakan jarak henti yang dibutuhkan bagi kendaraan tersebut yang melaju dengan kecepatan 45 mil/jam. Gunakan metode Interpolasi Newton  Kebelakang Interval Konstan dan Trigonometri

2.  Viskositas air dapat  ditentukan dengan menggunakan tabel berikut ini :

To ( C )

m (10-3 Ns/m2)
0
1,792
10
1,308
30
0,801
50
0,549
70
0,406
90
0,317
100
0,284

Perkirakan harga viskositas air pada temperature 25o C. Gunakan Interpolasi Newton Dengan Interval Tidak Konstan dan Langrange

METODE NUMERIK : Interpolasi dan Ekstrapolasi

Bab 1
Interpolasi dan Ekstrapolasi

Didalam pengertian matematika dasar, interpolasi adalah perkiran suatu nilai tengah dari satu set nilai yang diketahui. Interpoloasi dalam arti luas merupakan upaya mendefenisikan suatu fungsi dekatan suatu fungsi analitik yang tidak diketahui atau pengganti fungsi rumit yang tak mungkin diperoleh persamaan analitiknya. Nilai suatu fungsi y = f(x) diketahui berupa ordinat titik-titik x1, x2, x3, ………, xn yang diskontinu (discontinue) atau diskrit (discret). Ekspresi analitik y = f(x) tidak diketahui. Bab ini akan membahas perkiraan ordinat atau f(x) secara numerik untuk nilai x yang berlaku di dalam interval (interpolasi) maupun di luar interval titik-titik yang diketahui (ekstrapolasi). Permasalahan utama dalam interpolasi dan ekstrapolasi adalah akurasi nilai yang dihasilkannya.

Fungsi interpolasi dan ekstrapolasi merupakan fungsi model dengan bentuk tertentu yang bersifat umum supaya dapat mendekati fungsi-fungsi yang dipakai secara luas. Sejauh ini fungsi yang umum digunakan adalah polinomial dan trigonometri.

Proses interpolasi dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pertama, menentukan fungsi interpolasi yang merupakan kombinasi dari titik-titik (data) yang ada, dan kedua, mengevaluasi fungsi interpolasi tersebut. Interpolasi dapat dilakukan untuk kasus dengan dimensi lebih dari satu, misalnya fungsi f(x,y,z). Interpolasi multidimensi selalu diselesaikan dengan urutan mulai dari interpolasi satu dimensi.

lebih lengkapnya download di http://www.mediafire.com/?xetdzk5hz1et0us...

METODE NUMERIK : TUGAS

Tugas Kelas
1.    Sebuah percobaan dilakukan untuk mengetahui prosentase regangan dari suatu material sebagai fungsi dari temperature. Data hasil pengujian adalah sebagai berikut :
Temperatur (Fo)
400,AB
500,AB
600,AB
700,AB
800,AB
900,AB
1000,AB
1100,AB
Regangan (%)
11
13
13
15
17
19
20
23

Akan diperkirakan besarnya prosentase regangan pada suhu 780o F. menggunakan interpolasi kedepan cara Newton.

Senin, 06 Februari 2012

PETROLOGI : BATUAN BEKU

PETROLOGI adalah ilmu yang mempelajari batuan pembentuk kulit bumi, yang mencankup mengenai cara terjadinya, komposisi, klasifikasi batuan dan hubungan dengan proses-proses dan sejarah geologinya.

BATUAN didefenisikan sebagai semua bahan yang menyusun kerak bumi dan merupakan suatu agregat (kumpulan) mineral-mineral yang telah menghablur ....

ini adalah bahan yang di berikan bapak dosen kita tanggal 7 februari 2012.
bagi teman-teman yang mau nge-download silahkan download sendiri di alamat http://www.mediafire.com/?8u4r7s8deqycoc2.

sekian....

Sabtu, 31 Desember 2011

tambang terbuka : METODE PENAMBANGAN TERBUKA UNTUK ENDAPAN BIJIH ATAU MINERAL


METODE PENAMBANGAN TERBUKA UNTUK ENDAPAN BIJIH ATAU MINERAL

Dalam penambangan mineral atau endapan bijih dengan metode tambang terbuka ada empat cara, yaitu :
a.    Open Pit
Penambangan dengan cara open pit adalah penambangan terbuka yang dilakukan untuk menggali endapan-endapan bijih metal seperti endapan bijih nikel, endapan bijih besi, endapan bijih tembaga, dan sebagainya.
Penambangan dengan cara open pit biasanya dilakukan untuk endapan bijih atau mineral yang terdapat pada daerah datar atau daerah lembah. Tanah akan digali ke bagian bawah sehingga akan membentuk cekungan atau pit.

Cara pengangkutan pada open pit tergantung dari kedalaman endapan dan topografinya. Pada dasarnya cara pengangkutannya ada 2 (dua) macam, yaitu :
·         Cara konvensional atau cara langsung, yaitu hasil galian atau peledakan diangkut oleh truck / belt conveyor / mine car / skip dump type rail cars, dan sebagainya, langsung dari tempat penggalian ke tempat dumping dengan menelusuri tebing-tebing sepanjang bukit.
·         Cara inkonvensional atau cara tak langsung adalah cara pengangkutan hasil galian / peledakan ke tempat dumping dengan menggunakan cara kombinasi alat-alat angkut. Misalnya dari permuka/medan kerja (front) ke tempat crusher digunakan truk, dan selanjutnya melalui ore pass ke loading point; dari sini diangkut ke ore bin dengan memakai belt conveyor, dan akhirnya diangkut ke luar tambang dengan cage.

b.    Open Cast/ Open Mine/ Open Cut
Penambangan dengan cara ini hampir sama dengan cara penambangan open pit. Namun, teknik penambangan ini dilakukan untk daerah lereng bukit. Medan kerja yang digali dari arah bawah ke atas atau sebaliknya (side hill type). Bentuk tambang dapat pula melingkari bukit atau undakan, hal tersebut tergantung dari letak endapan penambangan yang diinginkan.

Cara pengangkutan endapan bijih atau mineral pada metode ini sama dengan pengangkutan yang dilakukan pada metode open pit.


c.     Quarry
Metode penambangan dengan cara Quarry adalah penambangan terbuka yang dilakukan untuk menggali endapan-endapan bahan galian industri atau mineral industri, seperti batu marmer, batu granit, batu andesit, batu gamping, dll.
Bentuk tambang berdasarkan letak endapan bahan galian industri itu senderi ada 2 (dua) macam, yaitu :
·      Side Hill Type
Side hill type merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian indutri yang terletak dilereng-lereng bukit. Medan kerja dibuat mengikuti arah lereng-lereng bukit itu dengan 2 (dua) kemungkinan, yaitu :
Ø Bila seluruh lereng bukit itu akan digali dari atas ke bawah, maka medan kerja dapat dibuat melingkar bukit dengan jalan masuk (access road) berbentuk spiral.
Ø Bila hanya sebagian lereng bukit saja yang akan di tambang atau bentuk bukit itu memanjang, maka medan kerja dibuat memanjang pula dengan jalan masuk dari salah satu sisisnya atau dari depan yang disebut straight ramp.


Keuntungan penambangan dengan cara ini adalah :
Ø  Dapat diusahakan adanya cara penirisan alamiah dengan membuat medan kerja sedikit miring ke arah luar dan di tepi jalan masuk dibuatkan saluran air.
Ø  Alat-angkut bermuatan bergerak ke arah bawah yang berarti mendapat bantuan gaya gravitasi. Dengan demikian waktu pengangkutannya (cycle time) menjadi lebih singkat.
Sementara kerugian yang didapat jika menggunakan proses penambangan ini adalah :
Ø Meterial penutup harus dikupas dan dibuang sekaligus sebelum penambangan dilakukan, berarti diperlukan modal yang besar untuk mengongkosi pengupasan material penutup.
Ø Karena jalan masuknya miring, kalau pengemudi-pengemudi alat-alat angkut kurang hati-hati karena ingin dapat premi produksi, maka hal ini akan dapat menyebabkan kecelakaan, terutama pada jalan masuk yang berbentuk spiral.

·      Pit Type/ Subsurface Type
Merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian industri yang terletak pada suatu daerah yang mendatar. Dengan demikian medan kerja harus digali ke arah bawah sehingga akan membentuk kerja atau cekungan (pit). Bentuk medan kerja atau cekungan tersebut ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu :
Ø Kalau bentuk endapan kurang lebih bulat atau lonjong (oval), maka medan kerja dan jalan masuk dibuat berbentuk spiral.
Ø Bila bentuk endapan kurang lebih empat persegi panjang atau bujur sangkar, maka medan kerjapun di buat seperti bentuk-bentuk tersebut di atas dengan jalan masuk dari sisi yang disebut straight ramp atau berbentuk switch back.


Bentuk-bentuk kuari (quarry) yang diuraikan diatas adalah bentuk-bentuk dasar dari kuari yang tentu saja masih banyak lagi variasi-variasinya yang pada umumnya diusahakan agar menyesuaikan bentuk-bentuk dasar tersebut dengan keadaan dan bentuk endapan serta topografi daerahnya.

d.    Strip Mine
Penambangan dengan sistem Strip Mine merupakan penambangan terbuka yang dialakukan untuk endapan-endapan yang letaknya mendatar atau sedikit miring. Dalam metode ini yang harus diperhitungkan adalah cara nisbah penguapan (stripping ratio) dari endapan yang akan ditambang, yaitu perbandingan banyaknya volume tanah penutup (m3 atau BCM) yang harus dikupas untuk mendapatkan 1 ton endapan. Cara ini sering diterapkan pada penambangan batubara, atau endapan garam-garam.


e.    Alluvial Mine
Tambang aluvial adalah tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan alluvial, misalnya tambang bijih timah, pasir besi, emas dll.

Berdasarkan cara penggaliannya, maka alluvial mine dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu :
·      Tambang Semprot (Hydraulicking).
Pada tambang semprot penggalian endapan alluvial dilakukan dengan menggunakan semprotan air yang bertekanan tinggi yang berasal dari penyemprotan yang disebut monitor atau water jet atau giant.
Tekanan aliran air yang dihasilkan oleh monitor dapat diatur sesuai dengan keadaan material yang akan digali atau disemprot yang biasanya bisa mencapai tekanan sampai 10 atm.

Untuk memperbesar produksi biasanya :
Ø Digunakan lebih dari satu monitor, baik bekerja sendiri-sendiri atau bersama di satu permuka kerja.
Ø Monitor dibantu dengan alat mekanis seperti back hoe atau buldoser.
Untuk mengangkut material hasil galian atau semprotan ke instalasi pengolahan digunakan air yang digerakkan dengan pompa. Jadi jika digunakan cara penambangan tambang semprot harus tersedia cukup air, baik untuk sperasi penambangan maupun untuk proses pengolahannya (konsentrasi).

·      Penambangan dengan Kapal Keruk (Dredging).
Penambangan dengan kapal keruk (MGM = Mesin Gali Mangkok) ini digunakan bila endapan yang akan digali terletak di bawah permukaan air, misalnya di lepas pantai, sungai danau atau dia suatu lembah dimana tersedia banyak air.
Berdasarkan macam alat-galinya, maka kapal keruk yang digunakan untuk penambangan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu :
Ø Multi bucket dredge yaitu kapal keruk yang alat-galinya berupa rangkaian mangkok (bucket).
Ø Cutter suction dredge, yaitu kapal keruk dengan alat-gali berupa pisau pemotong yang menyerupai bentuk mahkota.
Ø Bucket wheel dredge, yaitu kapal keruk yang dilengkapi dengan timba yang berputar (bucket wheel) sebagai alat-gali.

Sistem penggalian dengan kapal keruk dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu :
Ø Sistem tangga (benches), yaitu cara pengerukan dengan membuat atau membentuk tangga atau jenjang (benches).
Ø Sistem tekan, yaitu cara pengerukan dengan menekan tangga (ladder) sampai pada kedalaman yang dikehendaki, kemudian maju secara bertahap tanpa membentuk tangga.
Ø                 Sistem kombinasi, yaitu merupakan gabungan dari cara atau sistem tangga dengan sistem tekan. Biasanya sistem tangga dipakai untuk menggalikan tanah penutup, sedangkan sistem tekan untuk menggali endapan bijihnya.

·      Manual mining method.
Manual method atau penambangan secara sederhana adalah penambangan yang menggunakan tanaga manusia atau hampir tidak menggunakan tenaga masin atau alat mekanis.
Cara ini biasanya dilakukan oleh rakyat setempat atau kontraktor kecil untuk menambang endapan yang :
Ø Ukuran atau jumlah cadangannya tidak besar.
Ø Letaknya tersebar dan terpencil.
Ø Tetapi endapannya cukup kaya.

Alat-alat konsetrasi yang biasanya digunakan pada manual method ialah :
Ø                 Pan / batea / dulang
Ø Rocker (craddle)
Ø Sluice box

Selasa, 27 Desember 2011

tambang terbuka : METODE PENAMBANGAN TERBUKA UNTUK BATUBARA

 METODE PENAMBANGAN TERBUKA UNTUK BATUBARA

Penambangan dengan cara tambang terbuka tidak hanya dilakukan untuk endapan bijih atau mineral. Namun, penambangan dengan tambang terbuka juga dilakukan pada penambangan batubara. Penambangan batubara dengan cara tambang terbuka dilakukan dengan beberapa metode, yaitu :
a.        Strip mining
b.        Contour mining
c.         Area mining
d.        Auger mining
e.        Box cut mining

a.    STRIP MINING
Strip mining merupakan pertambangan kupas atau pertambangan baris yang secara khusus merupakan sistem tambang terbuka atau tambang permukaan untuk batubara. Sistem penambangan ini pada dasarnya terbagi dua, yaitu tambang area dan tambang kontur. Pertambangan kupas adalah merupakan operasi pengupasan tanah atau batuan penutup lapisan batu bara dengan bentuk pengupasan baris-baris serjajar.

Strip mining pada umumnya digunakan untuk endapan batubara yang memiliki kemiringan endapan (dip) kecil atau landai dimana sistem penambangan yang lain sulit untuk diterapkan karena keterbatasan jangkuan alat-alat. Selain itu endapan batubaranya    harus tebal, terutama bila lapisan tanah penutupnya juga tebal. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan perbandingan yang masih ekonomis anatara jumlah  tanah penututp yang harus dikupas dengan jumlah batubara yang dapat digali (economic stripping ratio).
b.   CONTOUR MINING
Sistem penambangan ini biasanya diterapkan untuk cadangan batubara yang tersingkap di lereng pegunungan atau bukit. Kegiatan penambangan diawali dengan pengupasan tanah penutup di daerah singkapan (outcrap) di sepanjang lereng mengikuti garis kontur, kemudian diikuti dengan penggalian endapan batubaranya. Penggalian kemudian dilanjutkan ke arah tebingsampai mancapai batas penggalian yang masih ekonomis, mengingat tebalnya tanah penutup yang harus dikupas untuk mendapatkan batubaranya. Karena keterbatasannya daerah yang biasanya digali, maka daerah menjadi sempit tetapi panjang sehingga memerlukan alat-alat yang mudah berpindah-pindah. Umur tambang bisanya pendek.

Kerugian sistem ini ialah :
a.      Keterbatasannya jumlah cadangan yang ekonomis untuk ditambang karena tebalnya tanah penutup yang harus dikupas.
b.      Tempat kerjanya sempit.
c.       Tebing (highwall) yang terbentuk bisa terlalu tinggi sehingga menyebabkan kemantapan lerengnya rendah.
d.      Juga mudah terjadi kelongsoran pada timbunan tanah buangan (timbunan tanah penutup).

C.   AREA MINING
Sistem ini pada umumnya diterapkan untuk endapan batubara yang letaknya kurang lebih horizontal (mendatar) serta daerahnya juga merupakan dataran.

Kegiatan penambangan dimulai dengan pengupasan tanah penutup dengan cara membuat paritan besar yang biasanya disebut box cut dan tanah penutupnya dibuang ke daerah yang tidak di tambang. Setelah endapan batubara dari galian pertama diambil, kemudian disusul dengan pengupasan berikutnya yang sejajar dengan pengupasan pertama dan tanah penutupnya ditimbun atau dibuang ke tempat bekas penambangan atau penggalian yang pertama (back filling digging method). Demikianlah selanjutnya penggalian demi penggalian dilanjutkan sampai penggalian yang terakhir. Penggalian yang terakhir akan meninggalkan lubang memanjang yang di satu sisi lainnya oleh tanah penutup yang tidak digali. Seirama dengan kemajuan penambangan, secara bertahap timbunan tanah penutup juga diratakan.

D.  AUGER MINING
Untuk menambang endapan batubara yang tipis dan tersingkap di lereng bukit dapat dipakai auger head miner  yang memiliki auger berdiameter 28-36 inchi (71-91cm). Kemudian alat ini diperbaiki menjadi twin auger yang berdiameter 20-28 inchi (50-71 cm) dengan kedalaman penggalian efektif 5 ft (1,5 m).

Pada saat penambangan alat ini ditempatkan dibagian pinggir  lombong (stope). Auger yang satu diletakkan di dasar lombong, sedang auger yang kedua dinaikkan sehingga alat tersebut digerakkan kesamping ke arah pinggir lombong diseberangnya dengan ditarik kabel yang diikatkan pada     2 buah jangkar penopang di kiri-kanan alat. Gerakan kesamping itu dilakukan berulang-ulang sambil diikuti dengan gerakan maju. Batubara yang tergali diterima oleh chain conveyor pengumpul untuk diangkat ke luar lombong.

E.    BOX CUT MINING
Box cut adalah suatu lubang galian awal pada daerah yang efektif datar yang tak memiliki daerah pembuangan   tanah penutup, sehingga tanah penutup terpaksa dibuang kesamping  lubang galian awal. Kemudian lubang galian awal ini dikembangkan menjadi kawasan penambangan yang lebih baik dengan berbagai cara. Pengembangan box cut itu adalah yang disebut advance benching system. Bila tanah penutupnya lunak, maka dapat dipakai dragline atau back hoe sebagai alat-gali sehingga box cut-nya dapat diperluas menjadi medan kerja (front) yang memanjang. Batubara yang telah terkupas kemudian ditambang dengan peralatan khusus, misalnya dengan pemboran dan peledakan atau penggarukan (ripping), kemudian dimuatkan ke alat-angkut untuk dibawa keluar tambang.